Bertais- adalah nama sebuah desa yang terletak di pulau Lombok sebelah barat. Nama desa ini sebenarnya adalah Baretais yang diambil dari bahasa sasak yang merupakan kombinasi dari dua kata "Bare" (Kandang) dan "Tais" (kering). Jadi, Bertais memiliki makna kandang kering. Tidak satupun orang yang tahu bagaimana sejarah nama tersebut bisa disepakati oleh leluhur mereka dan siapa pula yang yang tega- teganya mengajukan ide untuk memberi nama yang indah itu. Menurut orang tua dulu, nama itu adalah doa. Maksudnya pemberian nama sesutu atau seseorang secara bersamaan diiringi sebuah doa dan harapan agar makna dari nama tersebut mengiringi perjalanan kehidupan orang tersebut. Entah apa yang ada di benak leluhur desa Bertais saat memeberi nama desa tempat aku dilahirkan itu. Yang jelas, kini bertais telah menjadi sebuah terminal bis, pasar dan pusat perbelanjaan yang hiruk pikuk. Jika kita mundur 25 tahun yang kebelakang kita akan melihat Bertais yang sangat jauh berbeda dengan keadaannya hari ini. Jika kita menyebut kata "Bertais" maka yang terbayang adalah sebuah desa yang dikelilingi sawah- sawah hijau dengan pohon- pohon ketujur (turi) yang terkadang merupakan sarang ular- ular hijau. Suara kodok yang saling bersahutan di kala musim hujan. Tidak jarang kita jumpai juga kebango (burung bangau) di tengah sawah yang sibuk mematuk lepang kerek (katak sawah) untuk breakfast atau dinner mereka.
Ditengah desa tersebut, ada Kokok (sungai) yang bernama Semaye yang merupakan sebuah sungai favorit anak- anak kecil Bertais untuk berenang dan mandi sore bareng- bareng. Kadang untuk membuat suasana mandi sore lebih seru dan heboh, mereka membuat semacam rakit dari beberapa kedebong (batang pisang) yang digabungkan menjadi satu, lalu mereka naiki kedebong itu ramai- ramai. Tentu saja rakit itu tidak sanggup menopang sekian banyak muatan. Maka terjungkallah mereka dari kedebong tersebut. Kadang- kadang bermain perang- perangan juga merupakan variasi permainan atau pemanasan sebelum mandi sore meraka.

hahaha, p'ai wktu kcil imut, wktu gede amit2...peace pak ;-p
BalasHapus